Doa Melihat Ka’bah Lengkap dengan Artinya dan Riwayat Hadits

Doa Melihat Ka’bah Lengkap dengan Artinya dan Riwayat Hadits

Saat masuk Masjidil Haram kita dianjurkan membaca doa, dan kita juga dianjurkan memanjatkan doa ketika melihat ka’bah yang terletak didalam Masjidil Haram. Bacaan Doa melihat ka’bah bisa kita temukan dalam buku panduan travel umroh atau haji.

Keutamaan Melihat / Memandang Ka’bah

Siapa sih yang tidak punya impian untuk bisa datang ke tanah suci baik untuk ibadah umroh maupun haji. Tentunya semua umat muslim ingin menunaikan ibadah disekitar Ka’bah. Bahkan hanya sekedar memandang atau melihat Ka’bah saja, Allah berikan rahmat-Nya, mashaa Allah…tabarakallah…

Melihat Ka’bah secara langsung dengan mata kita adalah sebuah ibadah berpahala. Hingga Aisyah pun meriwayatkan, Rasulullah  bersabda. “Memandang Ka’bah adalah sebuah ibadah.” (HR. Abu Syaikh).

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Setiap sehari semalam Allah menurunkan seratus dua puluh rahmat atas Baitullah. Enam puluh rahmat untuk yang melakukan tawaf, empat puluh untuk yang melakukan shalat, dan yang dua puluh untuk yang memandang Kabah.” (HR. Thabrani).

Riwayat Hadits Doa Melihat Ka’bah

Dan ternyata ketika kita ber bicara mengenai keabsahan doa ini, ulama masih berbeda pendapat.

Adapun riwayat hadits terkait Doa Melihat Ka’bah adalah sebagai berikut :

  • Riwayat dari Makhul (Diambil dari Mushanaf Ibnu Abi Syaibah)
    Ini adalah riwayat yang setelah diteliti ternyata ia adalah hadist MursalHal ini dikarenakan Makhul adalah seorang tabi’in tetapi meriwayatkan hadist Nabi Muhammad. Hadist mursal dikategorikan sebagai hadist dhaif.
  • Riwayat dari Ibnu Juraij
    Imam Syafi’i meriwayatkan dalam musnadnya dari Ibnu Juraij, bahwa Nabi Muhammad ﷺ jika melihat Ka’bah, maka beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Ibnu Juraij adalah seorang thabi’in junior. Sehingga riwayatnya yang ia sampaikan dari Nabi Muhammad ﷺ

Meski demikian, Imam Syafi’i mengatakan setelah meriwayatkan hadis diatas:

ليس في رفع اليدين عند رؤية البيت شيء فلا أكرهه ولا أستحبّه

“Mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah bukanlah apa-apa, maka aku tidak memakruhkannya, juga tidak mensunnahkannya” (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

Baca juga :  PP 38/2021: Travel Umroh Harus Pisahkan Dana Jamaah dan Perusahaan

Namun, doa ini tetap boleh digunakan karena terdapat kebaikan di dalamnya. Pada prinsipnya setiap doa yang memuji nama Allah dan meminta kebaikan adalah baik.

Maka dapat diambil kesimpulan dari perkataan imam Syafi’i bahwa mengangkat tangan saat melihat Ka’bah bukanlah suatu hal yang makruh, juga bukan sunnah. Demikian permasalahan mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah. Adapun doa ketika melihat Ka’bah, dari kandungannya saja kita dapat melihat bahwa doa itu baik untuk kita amalkan. Wallahu a’lam

Sehingga doa ini tetap bisa dilafadzkan namun tidak bisa dipatenkan sebagai doa yang dilandaskan dalil.

Bacaan Doa Memandang/Melihat Ka’bah

Bacaab Doa ketika memandang atau melihat Ka'bah di Masjidil Haram

Berikut adalah lafadz bacaan doa melihat Ka’bah (arab, latin, dan artinya) :

Arab

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Latin

Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahâbatan wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyrîfan watakrîman wata’dzhîman wabirran.

Arti / Terjemahan

“Ya Allah, tambahkan lah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan).”

Kesimpulannya, doa ini mengandung kebaikan, dibolehkam untuk memanjatkan doa ini ketika melihat ka’bah baik saat menunaikan ibadah umroh maupun haji. Namun dianjurkan untuk tidak dipatenkan sebagai doa yang dilandaskan dalil.

Semoga kita bisa memandang Ka’bah yang selama ini menjadi kiblat ketika shalat. Semua kaum muslim dapat dipastikan berhasrat berat untuk dapat shalat di Masjidil Haram, mengelilingi Ka’bah sembari melantunkan dzikir dan doa tawaf, minum air Zamzam, mencium Hajar Aswad, dan memanjatkan doa melihat Ka’bah dari dekat dengan penuh rasa haru… Aamiin Allaumma Aamiin

Leave a Reply