GeNose C19, Alat Pendeteksi Virus Corona Hasil Karya UGM

GeNose C19, Alat Pendeteksi Virus Corona Hasil Karya UGM

GeNose C19, alat pendeteksi Corona (Covid-19) buatan para ahli dari UGM (Universitas Gadjah Mada) ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Disamping cara kerja dan hasil yang dianggap cepat dan akurat, biaya test GeNose dinilai jauh lebih murah dari alat pendeteksi lainnya.

Melansir laman UGM, Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada 24 Desember.

Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Pengembangan Alat GeNose

Dikutip dari laman UGM, GeNose dikembangkan oleh Prof Dr Eng Kuwat Triyana dan timnya.

GeNose mendapatkan izin dari Kemenkes untuk menjalani uji diagnostik pada Oktober 2020.

Desain uji diagnostik berupa cross sectional dan triple blinded.

Sementara itu, rekrutmen subjeknya adalah multicenter consecutive sampling hingga tercapai jumlah sampel berimbang antara kelompok positif Covid-19 dan negatif Covid-19.

Pada tahap awal penerapan GeNose C19 akan difungsikan sebagai alat screening Covid-19.

Cara Kerja GeNose

Cara kerja GeNose berbeda dengan alat pendeteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan hembusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak.

Cara Kerja dan Biaya Test GeNose

Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik.

Kuwat mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Baca juga :  Asphurindo: Potensi Arab Saudi Blokir Jamaah Umroh Masih Besar

Senyawa organik mudah menguap itu juga terdapat dalam embusan napas seseorang.

Kuwat memaparkan, GeNose dilengkapi beberapa sensor yang bisa membentuk pola tertentu saat mendeteksi senyawa organik mudah menguap dari embusan napas.

Pola yang terbentuk itu bisa dibedakan berdasarkan kondisi kesehatan seseorang.

Oleh karena itu, pola yang terbentuk dari embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Pola yang dihasilkan sensor tersebut dianalisis menggunakan sistem kecerdasan buatan, lalu bisa disimpulkan terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Kelebihan GeNose

Tentunya alat pendeteksi virus Corona buatan UGM ini memiliki keunggulan. Biaya test GeNose dinilai jauh lebih murah dibandingkan test lainnya. Kuwat mengatakan harganya sekitar Rp 15.000-Rp 25.000.

GeNose Alat Pendeteksi Corona

Sementara itu satu unit alat GeNose diperkirakan dijual sekitar Rp 40 juta.

Alat tersebut mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam.

Selain itu tingkat akurasi GeNose mencapai 97 persen dengan menggunakan 600 sampel data valid.

Hasil tes juga lebih cepat didapatkan, hanya dalam waktu sekitar 2 menit GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab.

Tentu dengan hadirnya GeNose sebagai alat pendeteksi Corona sangat berguna, disamping cara kerjanya yang efektif, juga biaya test GeNose dinilai jauh lebih murah.

Leave a Reply