Keutamaan dan Amalan Sunnah di Bulan Suci Ramadhan, Wajib Tahu!

Keutamaan dan Amalan Sunnah di Bulan Suci Ramadhan, Wajib Tahu!

Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan bulan Ramadhan ditawarkan. Ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu selama bulan Ramadhan.

Menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Tentunya puasa di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

Selain itu, banyak keutamaan lain yang bisa kita dapatkan dengan menunaikan amalan-amalan sunnah selama bulan suci Ramadhan.

Keutamaan dan Amalan-amalan Sunnah di Bulan Suci Ramadhan

Berikut keutamaan dan amalan-amalan sunnah yang dapat Anda lakukan selama bulan suci Ramadhan:

1. Sahur

Dalam hadist Riwayat Al-Bukhari diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, bahwa Rasullulah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.”

Rasullullah Shallallahu’alaihi wassalam juga bersabda bahwa makan sahur merupakan berkah dan dianjurkan untuk tidak meninggalkannya, walaupun hanya minum setenggak air. Allah dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. Sahur memiliki keberkahan sendiri, karena dapat membuat orang puasa menjadi kuat dan terasa ringan untuk menjalankannya.

2. Tadarus Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kitab suci Al-Qur’an diturunkan. Oleh karena itu, salah satu keutamaan bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan adalah dengan ibadah tadarus Qur’an.

Berikut adalah hadist mengenai tadarus Qur’an

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.” (H.R. Bukhari No. 3220)

3. Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah dibukanya pintu rahmat Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan.

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, No.6)

Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)

4. Berbagi Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa Ramadhan

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)

Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

5. Menyegerakan Berbuka Puasa

Orang yang berpuasa dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam menegaskan firman Allah, “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang paling Kucintai ialah yang lebih menyegerakan berbuka puasa.” (HR Ahmad dan Timurmidzi).

Baca juga :  Doa Menyambut Keutamaan dan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

Dalam hadis yang diriwayatkan Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu juga dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa.” (HR Bukhari-Muslim).

6. I’tikaf

I’tikaf sebagai salah satu amalan sunah di bulan suci Ramadhan, memiliki banyak sekali keutamaan. I’tikaf dilaksanakan sejak 10 hari terakhir puasa di bulan Ramadhan.

Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu’alaihi wassallam dalam hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beritikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

Adapun tujuan itikaf dilakukan sejak 10 hari terakhir puasa di bulan Ramadhan untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Wanita juga diperbolehkan untuk melakukan i’tikaf, sebagaimana hadits yang diterangkan Aisyah Radhiyallahu ‘anha,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ – قَالَ – فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i’tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.” (HR. Bukhari no. 2041)

7. Memperbanyak Doa

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: ‘doa orang tua (untuk anaknya), doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Al-Baihaqi)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam juga bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka di setiap siang dan malam Ramadhan, dan bagi setiap muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” (HR. Ath-Thobrani)

Imam Nawawi berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga boleh berdoa untuk hajat yang ia inginkan. Begitu pula jangan melupakan doa untuk kebaikan untuk kaum muslimin secara umum”.

Rasulullah shallallahu’alaihi wassallam menganjurkan umatnya untuk memanjatkan doa malam Lailatul Qadar, sebagaimana riwayat hadits Aisyah radhiallahu’anha, berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: Saya bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika saya mendapati malam lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?’ Rasulullah bersabda, ‘Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku). (HR. Al-Tirmidzi)

8. Qiyam Ramadhan / Sholat Malam atau Tarawih

Qiyam Ramadhan yaitu melakukan ibadah sholat tarawih dan sholat malam lainnya. Selama pandemi sholat tarawih dapat dilakukan di rumah dengan memperhatikan beberapa persyaratan jika ingin mengikuti sholat tarawih di masjid dapat mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Berikut adalah hadist mengenai sholat tarawih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

9. Ibadah Umroh Memiliki Keutamaan di Bulan Suci Ramadhan

Keutamaan bulan Ramadhan bisa kita raih dengan menunaikan rukun umroh. Ibadah umroh di bulan suci nan penuh berkah memiliki pahala setara pahala haji (namun tak menggugurkan kewajiban umat muslim untuk berhaji). Bahkan hadits lain mengatakan keutamaan umroh di bulan Ramadhan sama seperti berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam.

Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Jika Anda berencana menunaikan ibadah umroh di bulan suci Ramadhan, pilihlah travel umroh resmi. Dengan fasilitas dan layanan dari travel umroh terbaik, Anda  dapat menjalankan ibadah umroh dan amalan-amalan sunnah di bulan suci Ramadhan dengan khusyuk.

Itulah keutamaan bulan Ramadhan dan amalan-amalan sunnah yang dapat Anda lakukan, jangan sampai bulan Ramadhan berlalu tanpa kita meraih beribu pahala, ampunan, dan keberkahan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan!

Leave a Reply