Lengkap! Bacaan Salam dan Doa Ketika Ziarah ke Makam Rasulullah ﷺ

Akan menjadi momen yang sangat luar biasa jika seorang muslim bisa berkunjung atau ziarah ke makam Rasulullah ﷺ. Dan momen ini umumnya dilakukan ketika menunaikan ibadah umroh atau haji. Tentunya sebagai muslim setidaknya bisa meluangkan waktu ziarah ke tanah suci, salah satunya adalah ziarah ke makam Nabi Muhammad ﷺ yang terletak di area Masjid Nabawi Madinah. Namun perlu diketahui, kita harus memahami adabnya, terutama adab salam dan doa ketika ziarah ke makam Rasulullah ﷺ.

Jumhur ulama menetapkan ziarah ke makam Rasulullah ﷺ  yang terletak di area Masjid Nabawi Madinah hukumnya adalah sunnah.

Rasulullah ﷺ sebagai pembawa risalah merupakan panutan bagi umat Islam. Baik akhlak, ucapan, perbuatan maupun sikapnya patutlah kita teladani.

Dengan berziarah ke makam Nabi ﷺ akan mengingatkan kita tentang bagaimana perjuangan beliau dalam berdakwah, sehingga saat ini kita dapat merasakan nikmat iman dan islam.

Letak Makam Nabi Muhammad ﷺ

Makam Rasulullah ﷺ berada di area Masjid Nabawi Madinah. Dahulu, posisi makam letak makam Nabi Muhammad ﷺ adalah kamar beliau dan istrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Sebelum Masjid Nabawi diperluas, makam Nabi ﷺ dulu dinamakan Masqurah. Dan setelah Masjid Nabawi diperluas, makam Rasulullah ﷺ masuk di dalam bagunan masjid, tepatnya dibawah kubah hijau, yang menjadi ikon dari Masjid Nabawi.

Di samping makam beliau terdapat makam dua sahabat beliau, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu dan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu

Sebelum membahas bacaan doa dan salam ketika ziarah ke makam Rasulullah ﷺ ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang makam beliau.

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Makam Rasulullah ﷺ

Sebelum berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, ada baiknya mengetahui beberapa hal tentang makam beliau, diantaranya sebagai berikut :

Dikelilingi Pagar Emas

Makam Nabi ﷺ dibatasi oleh pagar tinggi berwarna keemasan yang berhias kaligrafi. Pembatas pagar emas merupakan sisi depan dari ruang kamar bagian dalam yang menampung makam Nabi Muhammad ﷺ dan dua sahabatnya.

Dimakamkan di Rumah Aisyah Radhiyallahu’anha

Nabi ﷺ dimakamkan di rumah Aisyah, tempat beliau tinggal saat wafat. Aisyah tinggal di rumah kecil nan sederhana di samping masjid. Dengan kata lain, letak makam Nabi ﷺ dulunya adalah rumah Aisyah.

Tiga Lubang di Pintu Pembatas

Terdapat lubang untuk mengintip ke dalam Kamar Suci tersebut, namun makam Nabi ﷺ tidak terlihat. Lubang terbesar ada di sebelah kiri yang lurus menghadap makam Nabi ﷺ. Lubang tengah menghadap makam Abu Bakar, dan lubang kanan menghadap makam Umar.

Tembok yang Mengelilingi Makam

Dinding ruangan terbuat dari batu hitam dan atapnya memiliki kubah hitam kecil yang disebut Qubbat an-Nur. Kamar Suci atau makam Rasulullah ﷺ tidak memiliki gerbang dan benar-benar tertutup dari luar, kecuali sebuah jendela kecil di kubah yang terhalang oleh pagar emas di bagian depan. Tembok tersebut dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz pada 91 Hijriyah.

Dinding Tambahan Dibangun

Makam Rasulullah ﷺ kini diberi tembok pembatas, tak ada pintu atau jendela. Sultan Nuruddin Zengi membangun tembok tebal dari timah cair di sekitar makam Nabi ﷺ. Tembok dibangun setelah ada insiden upaya orang Nasrani yang hendak menggali makam Rasulullah ﷺ pada 1164 Masehi atau 554 Hijriyah. Namun, upaya pencurian dan penggalian makam Nabi ﷺ tercatat sudah beberapa kali terjadi di masa lalu.

Rasulullah ﷺ Dimakamkan Persis di Tempat Beliau Wafat

Makam Nabi ﷺ digali di bawah tempat tidur di mana dia wafat. Terdapat perdebatan antarsahabat saat hendak memilih lokasi untuk memakamkan Rasulullah ﷺ.

Sebagian sahabat menyarankan agar menempatkannya di mimbar tempat beliau berkhutbah atau di mihrab tempat beliau menjadi imam sholat. Beberapa dari mereka mengatakan untuk menempatkannya di Baqi’, makam tertua di Madinah dan tempat di mana keluarga serta sahabat Rasulullah dimakamkan.

Akan tetapi, Abu Bakar datang dan menengahi perdebatan tersebut. Dia berkata bahwa dia mendengar Nabi ﷺ bersabda bahwa “Seorang Nabi tidak pernah dikuburkan di tempat lain selain tempat di mana dia meninggal.”

Makam Rasulullah ﷺ terletak di bawah kubah hijau Masjid Nabawi, Madinah

Makam Rasulullah ﷺ terletak di bawah kubah hijau Masjid Nabawi, Madinah

Adab Masuk Masjid Nabawi Serta Tuntunan Ziarah Raudhah dan Makam Nabi ﷺ

Ketika berkunjung ke kota suci Madinah, dan hendak beribadah ke Masjid Nabawi, ada baiknya memperhatikan adab saat berada di masjid, termasuk ketika ke makam Rasulullah ﷺ

Misalnya, merendahkan suara saat mengucap salam di makam Rasulullah, makam Abu Bakar Ash Shiddiq dan makam Umar bin Khattab. Adab lainnya adalah ketika hendak masuk ke Masjid Nabawi disunahkan membaca doa terlebih dahulu.

Baca juga :  Kemenag: Indonesia Tak Punya Utang Akomodasi Jamaah Haji ke Arab Saudi

Bacaan Doa Masuk Masjid Nabawi

Berikut bacaan doa masuk Masjid Nabawi dikutip dari buku Doa dan Dzikir, Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama RI,

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ , رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لىِ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاَناً نَصِيْراً , أَللَّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ , وَاغْفِرْ لىِ ذُنُوْبِى وَافْتَحْ لىِ أَبْواَبَ رَحْمَـِكَ وَأَدْخِلْنِى فِيْهاَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .

“Bismillah wa’alaa millati rasulillaahi. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min ladunka sulthaana nashiiraa. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa aali sayyidina Muhammadin, waghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika wa adkhilni fiihaa yaa arhamar raahimiin.”

Artinya:

“Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah masukkanlah aku dengan ca ra masuk yang benar, dan keluarkanlah pu la aku dengan cara keluar yang be nar, dan be ri kanlah padaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong. Ya Allah limpahkanlah rah mat ke pada junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Am punilah dosaku, bukalah pintu rahmat-Mu bagiku dan ma sukkanlah aku ke dalamnya, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Setelah itu masuk ke dalam masjid dengan mendahulukan kaki kanan, masuk dengan tenang serta sopan.

Di dalam masjid, dianjurkan mengerjakan shalat sunnah tahiyyatulmasjid, selain tentunya sholat Fardhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, bersabda:

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) itu lebih baik dari 1000 sholat di masjid lainnya, selain di Masjidil Haram.”

Disunahkan juga mengerjakan sholat sunah di Raudhoh, yakni area Masjid Nabawi yang berada di antara mimbar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kamar beliau yang sekarang menjadi makam Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam Hadits Tirmidzi, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

“Antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) dari taman-taman surga.”

Selesai sholat dari Raudhah, dianjurkan keluar lalu berjalan ke arah kiri menuju makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Saat sampai di makam Rasulullah ﷺ, disarankan menghadap ke arah makam degan membelakangi kiblat sambil mengucap salam untuk Rasulullah. Selanjutnya bergerak menuju makam Abu Bakar dan Umar serta mengucap salam.

Bacaan Salam dan Doa Ketika Ziarah ke Makam Rasulullah ﷺ

Saat ziarah ke makam Rasulullah dilarang mengeraskan suara. Cukuplah suara itu terdengar bagi dirinya sendiri. Hindari juga perbuatan mengusap-ngusap dan mencium pintu makam Nabi ﷺ, sebab itu termasuk perkara yang dilarang oleh Rasulullah ﷺ.

Ketika sampai di pintu makam Rasulullah tepatnya pintu yang terdapat lubang besar, disarankan menghadap ke arah makam degan membelakangi kiblat sambil mengucap salam untuk Rasulullah. Selanjutnya bergerak menuju makam Abu Bakar dan Umar serta mengucap salam (tepatnya pintu yang memiliki lubang kecil).

Berikut bacaan salam dan doa ziarah ke makam Nabi Muhammad ﷺ

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيُّهَا النَّبِي وَرَحْمَتُهُ وَبَرَكَاتُهُ اللَّهُمَ أَتِهَ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ المَقَامَ المَحْمُودَ الَّذِي وَعَدَتْهَ الَّلهُمَّ أَجْزِهِ عَنْ أُمَّتِهِ أَفْضَلَ الْجَزَاءِ

“Assalaamu ‘alaikum ayyuhan nabiyyu warahmatuhu wabarakatuhu, allahumma atihil washiilata wal fadhiilata wab’asthul maqaamal mahmuudal ladzii wa’adtahu allahumma ajzihi ‘an ummatihi afdhalal jazaa’.”

Artinya: “Semoga salam sejahtera , rahmat Allah, dan berkah-Nya terlimpah kepadamu, wahai Nabi Muhammad. Ya Allah, berilah beliau kedudukan tinggi di surga dan kemuliaan, serta bangkitkanlah beliau di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. Ya Allah, limpahkanlah kepada-Nya sebaik-baik pahala, beliau yang telah menyampaikan risalah kepada umatnya.”

Umumnya, pihak penyelenggara ibadah atau travel umroh akan membimbing jamaahnya ketika berziarah ke makan Nabi Muhammad ﷺ, tentunya dituntun oleh muthowwif atau asatidz yang memimpin group rombongan.

Nah, setelah mengetahui adab dan sunnah mengucapkan salam dan doa ketika ziarah ke makam Rasulullah ﷺ, diharapkan kita dapat mengamalkannya ketika berziarah ke tanah suci, khususnya saat berada di Masjid Nabawi Madinah. Sebagai bentuk kecintaan kita sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ, sudah sepatutnya kita mendoakan beliau, dan semoga mendapat syafa’at di hari akhir kelak. Aamiin Yaa Rabb…..

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *