Masjid Ijabah, Saksi Sejarah Dikabulkannya 2 dari 3 Doa Rasulullah ﷺ
Masjid Ijabah yang terletak di kota Madinah, Saksi Sejarah Dikabulkannya 2 dari 3 Doa Rasulullah ﷺ

Masjid Ijabah, Saksi Sejarah Dikabulkannya 2 dari 3 Doa Rasulullah ﷺ

TRAVELUMROH.CO.ID – Kota Suci Madinah di Arab Saudi dipenuhi dengan masjid-masjid yang sarat akan nilai sejarah. Selain Masjid Quba, Salah satu masjid di Madinah yang memiliki sejarah yang unik adalah Masjid Ijabah, dimana masjid ini menjadi saksi sejarah betapa Rasulullah ﷺ begitu menyayangi dan memperhatikan umatnya. Di masjid inilah, Nabi Muhammad ﷺ memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan umatnya.

Masjid Ijabah terletak 600 meter di sebelah barat daya Masjid Nabawi atau sekitar 583 meter di utara pemakaman Baqi’, tepatnya di Sara Sittin (Jalan Sittin) berdekatan dengan RS. Al Anshar.

Seperti dinukilkan dari buku berjudul “Madinah: Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAW” karya Zuhairi Misrawi, masjid Ijabah diidentikkan dengan tempat yang langsung mendapat jawaban dari Tuhan. Sesuai namanya, Ijabah, masjid ini memiliki makna ‘jawaban’ atau ‘terkabul’.

Masjid ini dahulu dikenal dengan nama Masjid Bani Muawiyah al Aus, lantaran lokasinya berada di perkampungan Bani Mu’awiyah. Akan tetapi, orang-orang Madinah mengenalnya sebagai Masjid Ijabah, karena merujuk pada latar sejarah masjid tersebut. Mereka berharap, ketika berdoa di masjid Ijabah ini, permohonan mereka akan dikabulkan oleh Allah sebagaimana sang Nabi Muhammad ﷺ juga dikabulkan doanya.

Sejarah Masjid Ijabah Madinah

Dalam sejarahnya, Masjid Ijabah menjadi tempat di mana do’a Nabi Muhammad ﷺ dikabulkan oleh Allah SWT. Dikisahkan, di tempat itu Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan tiga permohonan kepada Allah.

Baca juga :  Sejarah dan Keistimewaan Jabal Uhud, Gunung yang Kelak Ada di Surga

Dua permohonannya dijawab oleh Allah, dan satu hal tidak dikabulkan. Dua hal tersebut ialah do’a agar umatnya tidak dibinasakan oleh Sunnah-nya, dan agar mereka tidak terjerumus dalam kehancuran. Sedangkan satu hal lagi tidak dijawab, yakni agar umatnya tidak berselisih.

Sebagaimana riwayat dari Amir ibn Sa’ad dari ayahnya tentang doa Nabi Muhammad ﷺ dan sabdanya. Dalam riwayat hadits itu disebutkan, bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ datang dari gunung dan ketika melewati Masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk masjid dan sholat dua raka’at. Rasulullah ﷺ sholat bersama para sahabatnya.

Usai sholat, Rasulullah ﷺ berdo’a dengan do’a yang panjang. Lalu, beliau menghadap ke para sahabat. Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:

“Aku telah mohon kepada Tuhan tiga hal; Ia mengabulkan yang dua, dan menolak yang satu. Aku mohon kepada Tuhan agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan dan kelaparan, Ia pun mengabulkannya. Dan aku mohon agar tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Ia pun mengabulkannya. Dan aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan di antara mereka, (tetapi) Dia tidak mengabulkannya.” (HR Muslim)

 

Leave a Reply