Mengenal Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram dan Keutamaannya
Maqam Ibrahim menjadi salah satu magnet atau daya tarik bagi jemaah haji atau umroh di Masjidil Haram. Sebagai umat muslim, sebaiknya kita tahu atau mengenal Maqam Ibrahim di Masjidil Haram, termasuk sejarah dan keutamaannya

Mengenal Sejarah Maqam Ibrahim di Masjidil Haram dan Keutamaannya

TRAVELUMROH.CO.ID – Ada salah satu situs sejarah yang menjadi salah satu magnet atau daya tarik bagi jemaah haji atau umroh di Masjidil Haram, yaitu Maqam Ibrahim, dan sebagai umat muslim, sebaiknya kita tahu atau mengenal sejarah maqam ibrahim.

Nabi Ibrahim alaihissalam disebut beberapa kali dalam Alquran. Salah satunya ketika bersama anaknya, yakni Nabi Ismail alaihissalam membangun Ka’bah atau Rumah Allah. Sementara itu, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam merupakan anak cucu Nabi Ibrahim alaihissalam.

Sejarah Maqam Ibrahim

Pada saat membangun dinding Ka’bah, Nabi Ismail alaihissalam mengambil batu-batu dan Nabi Ibrahim alaihissalam memasangnya. Ketika bangunan semakin tinggi, maka Nabi Ismail alaihissalam meletakkan sebuah batu sebagai pijakan bagi Sang Ayah. Telapak kaki Nabi Ibrahim alaihissalam menghasilkan bekas pada batu itu. Batu itu disebut maqam IbrahimAl Maqam secara bahasa berarti tempat kaki berpijak atau tempat berdiri. Jadi maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim alaihissalam.

Jadi, perlu diluruskan kembali (karena masih ada yang salah paham), bahwa maqam ibrahim bukanlah kuburan nabi Ibrahim, tetapi bekas pijakan kaki beliau ketika membangun ka’bah bersama putra beliau Nabi Ismail.

Allah Ta’ala menyebutkan maqam Ibrahim dan menjadikannya sebagai tempat salat. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺍﺗَّﺨِﺬُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﻣَﻘَﺎﻡِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻣُﺼَﻠًّﻰ

“Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. [QS. al-Baqarah: 125]

Allah Ta’ala menyebutkan terdapat tanda-tanda nyata pada maqam Ibrahim, Allah Ta’ala berfirman,

ﻓِﻴﻪِ ﺁَﻳَﺎﺕٌ ﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٌ ﻣَﻘَﺎﻡُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﺧَﻠَﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺁَﻣِﻨًﺎ

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) maka dia aman. [QS. Ali Imran: 96-97]

Riwayat Hadits

Ibnu Katsir menyebutkan pendapat Mujahid bahwa maqam Ibrahim adalah tanda bekas telapak kaki nabi Ibrahim, beliau berkata :

وقال مجاهد : أثر قدميه في المقام آية بينة

“Bekas kedua telapak kaki Ibrahim pada maqam merupakan tanda-tanda yang nyata.” [Tafsir Ibnu Katsir]

Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir disebutkan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Jabir, dia menceritakan tentang haji Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. “Ketika Nabi shallallahu ala wassalam melaksanakan thawaf, Umar berkata: ‘Apakah itu maqam bapak kita?’ Beliau menjawab: ‘Ya.’ Umar berkata: ‘Tidakkah kita menjadikannya tempat shalat?’ Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat QS Al-Baqarah (2): 125: “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.”

Al Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari ‘Amr bin Dinar, ia berkata bahwa dia pernah mendengar Ibnu ‘Umar radiallahu anhu berkata:

“Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tiba, beliau mengerjakan thawaf di Ka’bah tujuh putaran dan mengerjakan shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim.”

Maqam IbrahimDalam buku Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan proses pembangunan Ka’bah. Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam ketika selesai membangun di satu sisi berpindah ke sisi yang lain. Setiap berpindah ke sisi yang baru, maka batu pijakan pun ikut dipindahkan. Pada sisi terakhir, Nabi Ibrahim alaihissalam tetap meletakkan maqam pada dinding Ka’bah yang terakhir dibangun. Ibnu Katsir (wafat 774 H) berkata: “Dahulu maqam ini melekat pada dinding Ka’bah. Dan tempatnya sekarang dikenal di samping pintu Ka’bah dekat Hajar Aswad sebelah kanan bagi orang yang hendak masuk melalui pintu, di sebuah tempat terpisah di situ.”

Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali bin al-Husain al-Baihaqi, meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha maqam itu pada masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar radiallahu anhu melekat pada Baitullah (Ka’bah), kemudian Umar bin al-Khaththab radiallahu anhu memundurkannya. Beliau adalah salah seorang dari yang Rasulullah katakan: “Ikutilah dua orang setelahku, Abu Bakar dan Umar.” (Hadits riwayat At Tirmidzi).

Baca juga :  Menag : Belum Ada Info Resmi Syarat Vaksin Corona untuk Jemaah Haji

Semua orang mengikuti perintah Khalifah Umar mengingat turunnya ayat mengenai maqam merupakan gagasan beliau. Hadits di atas juga menunjukkan keutamaan Khalifah Umar. Beberapa sumber menyatakan, pada periode Khalifah Umar jumlah umat Islam semakin banyak. Untuk memperlancar umat yang thawaf dan umat yang shalat di belakang maqam, maka letak maqam pun dipindahkan.

Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bekas kedua telapak Nabi Ibrahim alaihissalam yang tanpa alas kaki masih tampak jelas oleh orang Arab zaman Jahiliyah.

Sahabat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, Anas bin Malik radiallahu anhu melihat telapak kaki lengkap dengan jari-jemari Nabi Ibrahim alaihissalam. Namun bekas itu kemudian hilang karena terlalu sering disentuh tangan orang.

Muhammad Ilyas Abdul Ghani juga menulis mengenai maqam ini dalam buku Sejarah Mekkah. Sahabat Jahm ibn Hudzaifah al-Qursyi berkata: “Sungguh, aku tidak pernah melihat sesuatu yang mirip seperti miripnya telapak kaki Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan telapak kaki Ibrahim yang kami lihat di maqam.”

Sementara itu, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Aku ini menyerupai anak Ibrahim.” (Hadits riwayat Bukhari).

Thahir al Kurdi (wafat 1400 H), pengaji atau peneliti maqam telah mengukur panjang telapak kaki 22 sentimeter dan lebar 11 sentimeter. Bekas jari-jari kaki tidak terlihat karena maqam dahulu berada di tempat terbuka dan sering disentuh orang.

Maqam Ibrahim masih dapat kita saksikan saat ini di Masjidil Haram. Batunya ditutup atau dilindungi dengan pengaman dari rangka logam. Artefak arkeologi berupa bekas telapak kaki itu menjadi bukti ukuran telapak kaki dan perkiraan tinggi Nabi Ibrahim alaihissalam kurang lebih sama dengan orang zaman sekarang. Demikian pula halnya dapat diperkirakan ukuran telapak kaki dan tinggi Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.

 

Leave a Reply