Misteri dan Rahasia Arah Putaran Tawaf Berlawanan Arah Jarum Jam

Misteri dan Rahasia Arah Putaran Tawaf Berlawanan Arah Jarum Jam

Tawaf merupakan salah satu rukun umroh dan haji yang dilakukan dengan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan membaca dzikir doa tawaf. Secara etimologi bahasa, Tawaf artinya berputar. Namun bagi Anda yang sudah pernah melakukan tawaf baik dalam rukun umroh maupun haji, mungkin pernah bertanya-tanya, ada misteri atau rahasia kenapa arah putaran tawaf ke kiri berlawanan dengan arah jarum jam?

Rupanya, perputaran berlawanan arah jarum jam juga terjadi pada banyak hal, untuk menjaga keseimbangan. Semua benda langit, perputaran galaksi di alam semesta, peredaran darah dalam tubuh, semua bergerak dari kiri kemudian berputar ke kanan. Tahukah Anda bahwa semua gerakan itu ternyata adalah rangkaian tasbih alam semesta, bahkan dalam tubuh pun ternyata ungkapan tasbih kepada Allah penguasa alam semesta, sesuai firman-Nya :

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. “(QS. Al Isra’ ayat 44)

Ibarat helikopter yang putaran baling-balingnya melawan arah jarum jam yang akan mengangkat badan pesawat ke atas, seperti itulah orang-orang yang berthawaf, pahalanya akan diangkat seperti para malaikat yang berthawaf mengelilingi Arsy Allah SWT.

Baca juga :  Pengertian Umroh, Hukum, Syarat, dan Rukun, Serta Wajib Umroh

Diambil dari berbagai sumber, setiap benda selalu bergerak berputar untuk menjaga keseimbangan. Dalam alam mikro, bagian terkecil dari setiap benda disebut atom.

Elektron-elektron selalu berputar mengelilingi inti pusat atom, melakukan putaran rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam.

Jamaah sedang melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah, dan arah putaran thawaf berlawanan arah jarum jam

Tawaf menunjukkan kesamaan arah putaran Bumi dan galaksi. Pada saat tawaf, seseorang cenderung tidak cepat lelah karena polanya seirama dengan arah putaran Bumi.

Tidak hanya itu, di dalam tubuh, peredaran darah manusia berlawanan dengan arah jarum jam. Jadi, mungkin inilah alasan mengapa seseorang saat berolahraga, lebih baik berlari melawan arah jarum jam atau mengitari lapangan berlawanan dengan jarum jam.

Subhanallah, sesungguhnya tak ada suatu syariat dan harakat (gerakan) dalam ibadah, melainkan mempunyai hikmah dan tujuan yang Allah SWT rencanakan.

Semoga Allah Azza wajalla memberikan kesempatan dalam kehidupan kita untuk melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah baik untuk melaksanakan haji ataupun umroh bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Aamiin.

Leave a Reply