Niat, Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Tahajud, serta Tata Caranya

Niat, Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Tahajud, serta Tata Caranya

Sebagai umat muslim, tentu kita sudah tidak asing dengan shalat Tahajud. Namun, tahukan Anda? Shalat sunnah yang satu ini memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, bahkan dipercaya doa yang dipanjatkan setelah shalat Tahajud dapat menjadi mustajab atau dikabulkan. Nah, tidak ada salahnya kita ulas dan belajar kembali tentang shalat Tahajud, baik bacaan niat shalat Tahajud dan doa setelahnya, serta tata cara mengerjakannya.

Shalat Tahajud merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pada sepertiga malam, dan shalat ini memiliki ragam keutamaan. Niat, bacaan doa, dan cara pelaksanaan shalat Tahajud yang benar, inshaa Allah akan mendapatkan keutamaan dan keistimewaan.

Hukum shalat Tahajud adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan/ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur-an, Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan ijma’ kaum Muslimin.

Anjuran Mengerjakan Shalat Tahajud

1. As-Sajdah: 16-17

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Dalam ayat tersebut diterangkan dengan jelas, bahwa seorang muslim dianjurkan untuk mengurangi waktu tidurnya. Waktu panjang untuk tidur sebaiknya digunakan untuk melakukan shalat malam, berdoa kepada Allah agar mendapat limpahan berkah, rezeki dan diselamatkan dari api neraka.

2. Al-Isra: 79

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدَبِهِ نَا فِلَةً لَكَ عَسَى اَنْ يَبْعَسَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا.

“Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra 79)

Ayat tersebut secara jelas menggambarkan tentang perintah untuk mengerjakan shalat tahajud sebagai sebuah ibadah tambahan. Dapat dilihat pula dalam ayat tersebut bahwa Allah akan mengangkat orang-orang yang senantiasa shalat tahajud ke tempat yang terpuji.

3. Az-Zariyat: 15-18

نَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Az-Zariyat: 15-18)

Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, “Mereka bersengaja melaksanakan qiyamul lail (shalat tahajud). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur (menjelang shubuh). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur.”

Keutamaan Shalat Tahajud

Sholat tahajud merupakan sholat yang istimewa sehingga memiliki keutamaan. Berikut beberapa keutamaan shalat tahajud :

1. Sebagai Kunci Pembuka Pintu Masuk Surga

Shalat tahajud merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Dikerjakan pada sepertiga malam, dimana orang lain sedang tidur. Dengan melakukan sholat tahajud seorang hamba mampu berkomunikasi lebih khusyuk kepada Allah Azza wa jalla.

Diriwayatkan dalam suatu hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda mengenai keistimewaan dan keutamaan sholat tahajud kepada Abdullah Ibnu Muslim.

“Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam dan bagikanla makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegaklah sholat malam saat manusia yang lai sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (H.R. Ibnu Majah)

2. Sebagai Obat Penenang Hati

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” (Ibnul Qayyim dalam Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah: 278)

3. Memiliki Kedudukan Terpuji dan Diangkat Derajatnya

Karena shalat tahajud merupakan suatu amalan yang begitu istimewa, maka bagi siapa saja mukmin yang mengerjakannya pasti akan memperoleh derajat yang istimewa dsisi Allah SWT. Dalam Al-Qur’an AL-Isra ayat 79, Allah berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat terpuji.” (Q.S. Al-Isra: 79)

Selain telah dijelaskan dalam ayat suci Al-Qur’an, ha ini juga dijelaskan dalam sebuah hadist dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berabda:

“Setidaknya ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada merak, dan merasa sennag dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tdur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun alam (untuk sholat), lalu Allah berkata: “Ia meninggalkan kesenangannya dan menginat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.” (Riwayath Ath-Tabrani).

4. Sebagai Penghapus Dosa

Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Lakukanlah qiyamul lail, karena itu kebiasaan orang shaleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (H.R. At-Tirmidzi)

5. Sebagai Shalat Sunnah Paling Utama

Tahajud yang juga disebut qiyamul lail atau sholat lail merupakan shalat sunnah yang paling utama.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam :

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

“Sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR. An Nasa’i)

6. Mendapat Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat kelak, orang-orang yang ahli shalat tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia. Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim; hasan)

Baca juga :  Doa Menyambut Keutamaan dan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

7. Waktu yang Mustajab Dikabulkannya Sebuah Doa

Adapun mustajabnya doa setelah shalat tahajud diriwayatkan dalam satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Waktu yang Tepat Melaksanakan Shalat Tahajud

1. Sepertiga Malam yang Pertama

Shalat tahajud dapat dikerjakan pada waktu sepertiga malam pertama. Waktu itu terjadi pada rentang setelah sholat Isya’ hingga pukul 22.00. Tetapi, untuk mengerjakannya harus diawali dengan tidur terlebih dahulu sejenak.

Tidak ada batasan mengenai banyaknya rakaat menjalankan shalat tahajud. Tetapi, agar keiistimewaan yang terdapat di dalamnya diraih, hendaknya perlu dibarengi ke-istiqomaahan.

2. Sepertiga Malam yang Kedua

Sepertiga malam kedua menjadi waktu utama menjalankan shalat Tahajud. Waktu sepertiga malam terjadi pada pukul 22.00 hingga 01.00.

Waktu shalat tahajud ini memang sulit diterapkan. Sebab, kebanyakan orang tidak dapat bangun di waktu-waktu tersebut.

Konon, waktu ini dipercaya memiliki fadhilah dan keiistimewaan besar yang akan didapatkan.

3. Sepertiga Malam yang Terakhir

Menjalankan shalat sunnah tahajud pada sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling utama. Jika direntangkan, waktu sepertiga malam terakhir itu antara pukul 01.00 hingga sebelum memasuki waktu subuh. Memanjatkan doa setelah shalat Tahajud di sepertiga malam terakhir inshaa Allah akan dikabulkan.

“Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata,” Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang ber-istighfar sehingga Aku ampuni dosanya?” (HR Bukhari & Muslim)

Bacaan Niat

Niat shalat tahajud wajib dilakukan untuk membedakan dengan salat sunnah lainnya, karena shalat malam yang dilakukan dengan dua rakaat jenisnya sangat banyak. Berikut niat yang diucapkan saat shalat tahajud :

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

Artinya : “Aku niat salat sunat tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Panduan Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar

Setelah mengenali waktu dan jumlah rakaatnya, dan niat shalat tahajud, Anda tentu sudah bisa menerapkan tata cara sholat tahajud yang benar.

Dengan berbagai keutamaan shalat tahajud yang sangat luar biasa, tentunya akan sangat merugi jika tidak melaksanakan tata cara sholat tahajud yang benar seperti berikut :

  1. Niat shalat tahajud
  2. Melakukan takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat al fatihah
  4. Membaca surat dalam Al Quran. Rasullullah SAW biasanya membaca surat-surat yang panjang.
  5. Rukuk dengan tuma’ninah sambil membaca doa i’tidal
  6. I’tidal dengan tuma’ninah sambil membaca doa i’tidal
  7. Sujud dengan tuma’ninah sambil membaca doa sujud
  8. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
  9. Pada tahiyat akhir, membaca doa tahiyat akhir
  10. Melakukan gerakan salam.
  11. Setelah salam, disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa sholat tahajud.

Doa Setelah Shalat Tahajud

Doa Setelah Shalat Tahajud

Berikut doa setelah shalat tahajud yang merupakan doa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya : “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Leave a Reply