Tata Cara, Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Dhuha Serta Keutamaannya

Tata Cara, Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Dhuha Serta Keutamaannya

Panduan tata cara sholat dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lain pada umumnya. Letak perbedaan tata cara sholat dhuha dari shalat sunnah lainnya ada pada waktu pelaksanaan, bacaan niat, dan bacaan doa setelah sholat. Disamping itu juga ada keutamaan sholat Dhuha.

TRAVELUMROH.CO.ID – Umat Islam tentunya familiar dengan amalan ibadah sunnah Sholat Dhuha. Salah satu sholat sunnah yang memiliki keistimewaan.

Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Karena terdapat beberapa keutamaan ketika melaksanakan sholat dhuha.

Keutamaan Mengerjakan Sholat Dhuha

Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan sholat Dhuha bukan tanpa alasan. Itu karena ada berbagai keutamaan dalam Sholat Dhuha yang perlu diketahui setiap muslim. Berikut adalah keutamaah sholat Dhuha :

Diampuni Dosanya

Allah SWT disebut akan mengampuni dosa-dosa umat-Nya yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha. Hal ini tercantum dalam hadis riwayat Tirmidzi:

“Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Melaksanakan Sholat Dhuha sama seperti Sedekah

Dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, seorang muslim dianggap telah melakukan sedekah dengan nilai yang besar. Sebagaimana termaktub dalam Hadis Riwayat Bukhari :

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

Sholat Dhuha Memberikan Kecukupan Rezeki

Barang siapa melaksanakan sholat dhuha empat rakaat, niscaya Allah SWT akan mencukupkan rezekinya. Hal ini tertuang dalam Hadis Riwayat Ahmad:

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu’.”

Terhindar dari Sifat Lalai

Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan salat duha.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang mengerjakan salat duha tidak termasuk orang lalai” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dibuatkan Istana di Surga

Nabi Muhammad ﷺ dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah bersabda mengenai keutamaan sholat dhuha 12 rakaat. Bagi yang mengerjakan akan diberikan Allah SWT istana di surga.

“Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.”

Waktu Terbaik Untuk Mengerjakan Sholat Dhuha

Waktu sholat dhuha juga menjadi salah satu waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri sebelum memulai rutinitas harian yang biasa kita jalani. Maka akan sangat baik jika sebelum memulai disibukkan kegiatan sehari-hari, jika kita memulainya dengan melaksanakan sholat dhuha di pagi hari.

Sholat Dhuha harus dikerjakan pada waktu-waktu dhuha itu sendiri yakni di pagi hari, setelah matahari terbit hingga sebelum matahari tergelincir.

Waktu yang tepat melaksanakan sholat Dhuha

Sebagai umat muslim yang baik, alangkah untuk mengetahui waktu yang tepat mengerjakan sholat Dhuha.

Dan ini sesuai dengan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim)

Lalu yang kedua adalah akhir waktu sholat dhuha yang dilakukan 15 menit sebelum masuk waktu salat zuhur. Namun, waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat duha adalah pada waktu akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas.

Waktu tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam. Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat duha (di awal pagi), dia berkata:

Baca juga :  Niat, Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Tahajud, serta Tata Caranya

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Salat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha

Dalam Islam, setiap orang yang hendak melakukan ibadah harus mempunyai maksud sebelum melakukannya. Inilah syarat agar perbuatan tersebut dianggap sah. Secara bahasa, arti niat sama dengan al qasdu (bermaksud), al-azimah (tekad), al-iradah (keinginan), dan al-himmah (menyengaja).

Menurut al-Muhasibi, niat berarti keinginan seseorang untuk mengerjakan sesuatu atau pekerjaan tertentu, baik karena perintah Allah SWT atau hal lainnya. Sedangkan, menurut Ibnu Abidin, niat berarti kehendak untuk taat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam melakukan suatu pekerjaan.

Mengucapkan niat sholat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali. Fungsi dari mengucap niat sholat sendiri adalah untuk mengingatkan hati sehingga lebih mantap dan khusyu’ dalam menjalankan shalatnya.

Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat baik itu niat sholat dhuha maupun sholat lainnya sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang was-was (ragu-ragu dengan niatnya).

Kedua madzhab tersebut menyebutkan bahwa niat sholat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja. Karena mengucap niat sholat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid’ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, berikut adalah bacaan niat sholat dhuha dua rakaat :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA RAK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA

Artinya : “Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha

Cara mengerjakan sholat dhuha sebenarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, hanya saja berbeda niat serta waktu pelaksanaannya.

Berikut tata cara sholat dhuha :

  1. Niat
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca Surah Al-Fatihah
  13. Membaca Surah As-Syams
  14. Ruku’ dengan tuma’ninah
  15. I’tidal dengan tuma’ninah
  16. Sujud dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  20. Salam
  21. Membaca doa setelah sholat dhuha

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Dhuha, Serta Kutamaan Sholat Dhuha

Selesai melaksanakan sholat dhuha dianjurkan membaca istighfar.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ اْلعَظِيْمِ لَايَغْفِرُالذُّ نُوْبَ اِلَّااَنْتَ فَاغْفِرْلَنَا مَغْفِرَتً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنَااِنَّكَ اَنْتَ اْلغَفُوْرُالرَّحِيْ­م

Astagfirullohal ‘azhiim mingkulli dzanbil ‘adhiim la yaghfirudzdzunuuba illaa anta faghfirlanaa maghfirotan min ‘indik warhamnaa innaka antal ghofuurur Rohiim.

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa. Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu,

Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Leave a Reply