Inilah Syarat Sah Tawaf yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Syarat Sah Tawaf yang Perlu Anda Ketahui

Sebentar lagi Anda dapat giliran berangkat haji atau menunaikan ibadah umroh? Alhamdulillah selamat ya, Anda termasuk orang yang beruntung mendapat kemuliaan menjadi tamu Allah. Nah, untuk bekal pengetahuan Anda, diluar manasik tidak ada salahnya mengetahui lebih tentang salah satu rukun haji atau rukun umroh, yaitu Tawaf. Anda perlu tahu syarat sah tawaf agar ibadah umroh atau haji Anda menjadi sempurna.

Tawaf adalah kegiatan ibadah di Masjidil Haram dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dimana setiap putarannya kita dianjurkan untuk berdzikir atau membaca doa tawaf saat mengelilingi Ka’bah.

Sebelum memulai tawaf, Anda harus mengetahui syarat sah Tawaf agar ibadah yang Anda tunaikan tidak sia-sia. Berikut adalah syarat sah tawaf :

1. Suci dari hadast besar dan kecil

Syarat yang satu ini selalu menjadi syarat sah ibadah dalam agama islam, termasuk untuk tawaf dalam ibadah haji dan umroh. Bukan hanya badan yang saja harus dalam keadaan suci, tapi juga pakaian yang Anda kenakan. Maka sebelum tawaf pastikan kalau semua yang Anda kenakan bersih dan suci.

2. Menutup Aurat

Anda pastinya sudah tahu mana yang aurat bagi perempuan dan laki-laki. Saat tawaf nanti, jangan sampai lupa memperhatikan aurat kita. Hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah ra menyebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ra pernah mengutusnya waktu memimpin ibadah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Agar setelah tahun itu, tidak boleh (lagi) ada orang musyrik yang menunaikan ibadah haji dan tidak boleh (pula) melakukan tawaf dengan telanjang bulat di Baitullah.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wassallam bersabda : “Janganlah engkau tawaf (mengelilingi ka’bah) dengan telanjang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Melaksanakan Tawaf Tujuh Putaran Sempurna

Thawaf dilakukan dengan tujuh kali putaran sempurna seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Syarat sah thawaf ini ditegaskan Ibnu Umar ra, beliau mengatakan: “Datang ke Mekkah, lalu thawaf di Baitullah tujuh kali putaran dan shalat di belakang maqam Ibrahim dua rakaat, melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dan sungguh pada hari Rasulullah Saw itu terapat suri tauladan yang baik bagi kalian.” Maka, kalau seseorang sengaja meninggalkan sebagian dari tujuh putaran itu saat haji maupun umroh, tidaklah cukup. Jamaah tersebut harus menyempurnakannya.

Baca juga :  Pengertian Umroh, Hukum, Syarat, dan Rukun, Serta Wajib Umroh

4. Berada di Masjidil Haram

Tawaf hendaklah dilakukan didalam Masjidil Haram mengelilingi Ka’bah, namun putaran tersebut tetap diluar Hijir Ismail.

5. Memulai dan Mengakhiri Tawaf Harus Sejajar Hajar Aswad

Memulai tawaf wajib dengan cara menyejajarkan pundak kiri dengan hajar aswad, tidak diperbolehkan saat memulai putaran tawaf, bagian dari pundak kiri lebih maju dari posisi hajar aswad. Demikian pula saat mengakhiri putaran tawaf, pundak kiri disejajarkan dengan hajar aswad sebagaimana saat memulai putaran tawaf atau lebih maju sedikit hingga sampai arah pintu Ka’bah, agar seluruh bagian Ka’bah secara yakin tawaf merata di seluruh bagian Ka’bah. Dan arah putaran tawaf dilakukan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam.

Bahwasanya Nabi SAW. tatkala sampai di Mekkah, beliau mendekat ke Hajar Aswad, kemudian beliau menyapunya dengan tangan beliau, lalu berjalan ke sebelah kanan beliau, lalu berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran dan berjalan biasa sebanayk empat kali putaran.” (HR. Muslim dan Nasai)

6. Menjadikan Ka’bah di Sebelah Kiri

Seseorang harus selalu memastikan bahwa Ka’bah berada di sebelah kirinya di setiap langkah tawafnya, sehingga jika di tengah putaran tidak sesuai posisi tersebut, wajib segera ke posisi yang benar dan melanjutkan hitungan putaran tawaf dari tempat tersebut.

Bagi orang yang sedang berihram, tidak disyaratkan niat dalam pelaksanaan tawaf, karena sudah tercakup dalam niat ihram haji/ umrah, hukum niat tawaf adalah sunnah. Sedangkan untuk orang yang tidak sedang berihram, maka disyaratkan niat tawaf saat memulai putaran tawaf.

Itulah syarat sah tawaf yang perlu Anda ketahui, jangan sampai keliru atau salah ya, karena jika ada yang salah maka ibadah tawaf nya menjadi tidak sempurna.

Leave a Reply